Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Sudah pertengahan Ramadhan nih, kira-kira sudah sampai mana target bacaan kita?  Berapa juz yang sudah kita baca? Apakah setiap hari kita telah mengisinya dengan kebaikan dan amal sholeh? Atau hanya dengan perbuatan maksiat dan sia-sia?

Allah telah memberikan kita nikmat sehat dan waktu untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini, mengizinkan kita agar dapat merasakan indahnya bulan suci dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki Ramadhan sebelumnya. Namun terkadang kita tidak peka dan bersikap biasa saja, seolah-olah kita pasti akan dipertemukan lagi oleh bulan Ramadhan berikutnya.

Padahal dulu para sahabat selama enam bulan sebelum kedatangan bulan Ramadhan selalu berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka juga berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan. Bayangkan bagaimana besarnya para sahabat memuliakan bulan Ramadhan.

 

Seharusnya sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk meraih sebanyak-banyaknya amal sholeh di bulan Ramadhan. Salah satu amal yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan yaitu adalah membaca Al-Qur’an. Diantara keadaan Salafush Shalih ialah selalu menyibukkan dirinya dengan Al-Qur’an, mulai dari membaca, mempelajari dan mentadabburinya.

            Ustman bi Affan mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari pada bulan Ramadhan. Sebagian Salafus Shalih mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sholat tarawih setiap tiga malam sekali. Sebagian lagi setiap tujuh malam sekali. Sementara sebagian lainnya mengkhatamkannya setiap sepuluh malam sekali. Masya Allah betapa indahnya bercengkrama dengan Al-Qur’an.

            Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, suatu kebaikan itu dilipat gandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan bahwa الم itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Mim juga satu huruf,” (H.R. Tirmidzi).