Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Sebagai seorang muslim tentunya kita tahu bahwa zakat merupakan rukun islam. Zakat secara bahasa berarti berkah, tumbuh atau suci. Zakat yang ditunaikan oleh seorang muslim sejatinya berfungsi untuk membersihkan diri serta mensucikan harta yang kita miliki.

Lantas siapa sajakah yang harus membayar zakat? Apakah semua muslim diwajibkan untuk membayar zakat? Adakah golongan orang yang dimaklumkan untuk tidak perlu membayar zakatnya? Yuk kita simak pemaparan berikut:

1. Muslim

Sebagaimana kita tahu, zakat ialah rukun islam yang ketiga. Maka sudah seharusnya seorang muslim menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat kepemilikan hartanya. Kemudian bagaimana bila orang kafir berzakat? Apakah diterima zakatnya? Jawabannya adalah tidak.

“Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya. Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS. At-Taubah 54).

2. Orang yang merdeka bukan budak

Seorang hamba sahaya tidak wajib membayar zakat. Hal ini disebabkan karena tidak memiliki kemerdekaan untuk memiliki harta. Namun di zaman saat ini sepertinya sudah tidak ada lagi budak karena setiap manusia sudah di junjung tinggi hak asasinya.

3. Nisab

Jumlah hartanya mencapai nisab. Batas minimal jumlah harta yang terkena wajib zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki, yakni: hasil pertanian, peternakan, harta dagang, emas/perak, atau uang.

4. Kepemilikan yang sempurna

Syarat harta yang di zakatkan harus menjadi milik sempurna. Harta yang tidak sempurna dalam penguasaan seseorang tidak perlu di zakati. Ini tentu kembali kepada sang pemilik harta itu sendiri yang mengetahui hakikat kepemilikannya.

Misal harta yang tidak dimiliki secara sempurna: Piutang yang macet. Harta yang rusak sebelum jatuh tempo haulnya. Atau harta milik tetapi dikuasai secara dzalim oleh orang lain.

5. Muslim Baligh dan Belum Baligh

Perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

“Zakat diambil dari orang kaya di antara mereka untuk diberikan kepada orang miskin di antara mereka.”

Kata ‘mereka’ yang kedua, yakni para penerima pembagian zakat adalah orang tanpa membedakan umur. Termasuk orang yang sudah balig dan yang belum balig, sehingga di dalam kata ‘mereka’ yang pertama termasuk juga orang yang sudah balig dan yang belum balig. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kepada wali atau penanggung jawab anak yatim agar mengembangkan harta anak yatim dengan berdagang.

6. Haul

Syarat wajib membayar zakat adalah haul.

Haul  ini adalah perjalanan setahun qomariyyah, yang merupakan syarat masa kepemilikan harta yang wajib dizakati selain hasil pertanian, selanjutnya setiap haul membayar zakat harta bila harta sama atau di atas nisab.