Kisah Harta Warisan Peninggalan Rasulullah

Siti Aisyah RA. Meriwayatkan, bahwa Fathimah dan Abbas pernah mendatangi Abu Bakar untuk menuntut harta waris mereka yang ditinggalkan Rasululla SAW.

Ketika itu mereka menuntut sebidang tanah milik Rasulullah SAW. Di Fadak dan jatah beliau di Khaibar. Maka Abu Bakar berkata kepada keduanya,

“Aku mendengar Rasululla SAW. Bersabda : “Kami tidak mewariskan, dan apapun yang kami tinggalkan adalah sedekah, dan sesungguhnya keluarga Muhammad mendapatkan nafkah mereka dari hasil harta ini”.

Di riwayat lain disebutkan bahwa Abu Bakar RA. Mengatakan “Aku tidak meninggalkan sesuatu perkara yang pernah dikerjakan Rasulullah SAW. Kecuali aku kerjakan. Sungguh aku takut akan menjadi sesat jika meninggalkan apa yang diperintahkan beliau.”

Siti Aisyah RA. Meriwayatkan, para istri Nabi SAW. Pernah mengutus Utsman bin Affan menemui Abu Bakar untuk menanyakan perihal harya warisan mereka.

Maka Siti Aisyah RA. Berkata, tidakkah kalian mengetahui bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Kami tidak mewariskan dan apapun yang kami tinggalkan adalah sedekah”

Abu Hurairah RA. Meriwayatkan, bahwasannya Rasulullah SAW. Bersabda ;

“Warisanku tidaklah dibagi-bagi, baik berupa dinar maupun dirham. Apa yang aku tinggalkan selain nafkah untuk istri-istriku dan para pekerjaku, semuanya adalah sebagai sedekah”.

Inilah yang dilakukan oleh Abu Bakar Ash Shiddiq RA. Terhadap Fathimah RA. Sebagai bentuk pengamalan sabda Rasulullah SAW.

Oleh sebab itulah Ash Shiddiq berkata “Aku tidak meninggalkan suatu perkara yang pernah dikerjakan Rasulullah SAW, Kecuali aku kerjakan.”

Dia juga mengatakan, Demi Allah Aku tidak akan meninggakan suatu perkara yang aku lihat Rasulullah SAW. Mengerjakannya, melainkan aku akan mengerjakannya.”

Fathimah telah menghentikan perselisihannya terhadap Abu Bakar setelah Abu Bakar menyampaikan alasannya dan menjelaskan hadits tersebut kepada dirinya. Dalam hal ini ada dalil yang menjelaskan penerimaan Ftahimah terhadap kebenaran dan ketuntukan kepada sabda Nabi SAW.

Ibnu Qutaidah berkata “Adapun perselisihan Fathimah terhadap Abu Bakar RA. Mengenai harta Warisan Nabi itu bukanlah suatu kemungkaran.

Hal itu karena Fathimah tidak mengetahui apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Ia mengira bahwa ia akan mewarisinya, sebagaimana halnya anak yang mewarisi harta ayah mereka. Namun ketika Abu Bakar memberitahukan sabda Nabi tersebur kepadanya, ia pun menghentikan perselisihannya.

Al-Qadhi bin Iyadh berkata, “Penghentian persengketaan yang dilakukan oleh Fathimah terhadap Abu Bakar setelah Abu Bakar menyampaikan hujjah kepada dirinya dengan hadits Nabi SAW. Merupakan bentuk ktunfukan terhadap ijma atas suatu perkara.

Ketika Abu Bakar menyampaikan Hadits tersebut kepada Fathimah dan mejelaskan penafsirannya, ia pun meninggalkan pendapatnya. Sesudah itu, tidak ada keinginan dari dirinya maupun anak keturunannya untuk menuntut harta warisan.

Bahkan ketika Ali RA. Telah memegang tampuk kekhalifahan, ia pun tidak pernah mengubah apa yang telah dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar.


Hammad bin Ishaq berkata, “Riwayat-Riwayat shahih yang menyebutkan tuntutan Al-Abbas, Fathimah, Ali serta istri-istri Nabi SAW. Terhadap Abu Bakar RA., itu hanyalah persoalan harta warisan.

Akhirnya, Abu Bakar dan para pemuka dari kalangan shahabat Rasulullah SAW. Memberitahukan kepada mereka bahwasannya beliau telah bersabda, “Kami tidak mewariskan dan apapun yang kami tinggalkan adalah sedekah.

Maka mereka pun menerima hal tersebut dan mengetahui bahwa itu adalah kebenaran. Andaikata Rasulullah SAW. tidak mengatakan demikian, tentunya Abu Bakar dan Umar juga memiliki bagian yang banyak dengan hartya warisan Aisyah dan Hafshah.

Namun mereka lebih mengedepankan perintah Allah dan perintah Rasul-Nya, serta menghalangi Aisyah, Hafshah dan lainnya dari tuntutan harta warisan tersebut.

Jika benar Rasulullah SAW. Memberikan warisan tentunya Abu Bakar dan Umar adalah orang yang paling berpeluan bergembira karena putri mereka menjadi ahli waris Muhammad SAW.

Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shallabi

Dalam Bioghrafi Abu Bakar Ash Shiddiq