Oleh : Zakat Darussalam

Rothschild pada mulanya hanya pedagang barang bekas dan pemberi layanan jasa kredit. Ia memiliki kekuatan finansial yang semakin banyak dan akhirnya mendirikan banyak bank-bank besar yang menjadi tulang punggung ekonomi banyak negara di eropa. Kekayaannya semakin besar dan membuat ia dipercaya dan diberi jabatan penting dalam kekaisaran prancis. Ia tercatat sebagai orang yang memiliki harta kekayaan terbesar di dunia. Ia membiaya banyak negara dan banyak peperangan. Tercatat Rotchshild membantu Francis Melunasi hutang hutangnya, Mendanai proyek revolusi Francis, Mendanai perang rusia dan mendanai perombakan konstitusi negara amerika. Dengan kekuatan finansialnya, menguasai dan mengendalikan banyak negara termasuk negara negara besar adikuasa dunia.

Rothschild adalah keturunan yahudi yang taat dan cinta kepada agamanya. Sampai menduduki posisi tertinggi di Pemerintahan kekaisaran francis, ia tidak pernah menyembunyikan identitas ke-yahudiannya. Bersama kelima anaknya menjadi Orang terkaya di dunia. Eskipun bergelimang harta, gaya hidupnya tetap sederhana. Rothschild mengumpulkan uang dari bisnisnya bukan untuk berfoya-foya, tapi ia memaksimalkan potensi kekayaannya untuk menguasai dunia. Setelah ia mengendalikan kekuasaan kekuasaan besar dunia, ia dengan mudah menyebarkan faham dan mewujudkan cita-cita merubah tatanan dunia baru sesuai dengan faham agamanya yahudi. (Colleman, 2013)

Rothschild adalah salahsatu contoh pebisnis ideologis. Pebisnis yang memiliki visi besar, dan komitmen besar terhadap penegakan agama yang dianutnya. Ini berbeda dengan banyak pebisnis yang bermunculan hari ini. Dimana kebanyakan pengusaha mengumpulkan harta untuk bersenang senang, adapun menduduki jabatan politis hanya untuk kepuasan eksistensi, mencari pengakuan dari banyak orang.

Ini merupakan inspirasi bagi kita ummat Islam. Kalau penganut agama yahudi saja berjuang keras dan rela mengorbankan jiwa dan hartanya untuk menyebarkan fahamnya, kenapa kita tidak melakukannya?

Pebisnis Ideologis ini juga yang diperankan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Ia bekerja sebagai penggembala kambing, kemudia beralih jadi pedagang dengan menjualkan barang-barang milik Siti khadijah. Dengan modal kejujuran dan kesantunan akhlaqnya. Nabi Muhammad tumbuh menjadi orang yang memiliki kekayaan yang banyak setara dengan pengusaha-pengusaha besar waktu itu. Dalam kisahnya ia menikahi Siti Khadijah dengan ma’har 40 unta merah (setara dengan mobil termahal yang ada hari ini).

Beliau menikah dengan perempuan pengusaha juga yang mantan majikannya. kekayaannya sebesar 3/4 kekayaan yang berputar di mekah waktu itu. Keluarga Rasulullah berdiri sebagai keluarga yang diperhitungkan secara moral sepiritual (keluarga yang saleh) dan juga yang diperhitungkan secara ekonomi.

Dengan kekayaan yang melimpah tersebut rasulullah tetap hidup secara sederhana, bergaul dengan fakir miskin, melindungi anak yatim dan mendanai banyak kegiatan dakwah. Hingga pada usia 40 tahun beliau diangkat menjadi rasul, beliau banyak membebaskan para budak yang masuk Islam dengan uang pribadinya.

Rasulullah meninggal tanpa mewariskan harta benda kepada keturunannya, Sebagai pemimpin ummat terbesar waktu itu, ia tinggal di rumah yang kecil dan tidur diatas tikar kulit kurma. Seluruh hartanya yang digabungkan dengan harta khadijah habis untuk mendanai program dakwah dan jihad menegakan Dienul Islam.

PEBISNIS IDEOLOGIS ini adalah pebisnis yang tidak hanya menerapkan syari’at dalam menjalankan usahanya. Tapi juga pengusaha yang siap rela menghabiskan hasil usahanya untuk kepentingan dakwah dan jihad menegakan syari’at Islam.

Kita semua mencintai Rasulullah, pengalaman menjadi pebisnis yang ideologis adalah bagian dari perannya dalam membangun ketahanan ekonomi ummat. Sebagai orang yang berkewajiban mengikuti sunnahnya, kita harus juga mengikutinya. Menjadi pengusaha yang kaya raya dan komitmen membela agama.

KEPUSTAKAAN :

1. Coleman, John. 2013. Rothschil Dynasty. Cetakan I, Jakarta : Change Publication
2. Purnama, Yulian, 2018. Potret Kesederhanaan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. https://muslim.or.id. Sleman,

Kotwis, 15/02/20M.
(W.A.T.N)

Share Button