Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Alhamdulillah Bini’matihi Tatimussh Sholihaat. Darussalam kurang lebih telah tujuh tahun dipercaya mewadahi para muallaf dari berbagai daerah dan latar belakang. Sampai sekarang sekitar 500 muallaf telah masuk Islam melalui perantara Muallaf Center Darussalam. Masya Allah, semoga Allah selalu memudahkan niat baik Yayasan Darussalam.

Niat baik divisi muallaf teramat mulia, yaitu ingin membina teman-teman mualaf mendalami Islam supaya kelak mereka menjadi muslim dan muslimah yang kaffah. Namun dalam mencapai kata “kaffah” itu sendiri bukanlah hal yang mudah, perlu perjuangan dan kerja keras yang dilakukan untuk menggapainya. Karena kaffah ialah kesempurnaan, yang menyeluruh bukan setengah-setengah. Oleh karena itu perlu adanya sinergi yang baik dengan muallaf.

Muallaf yang Kaffah ke-II (3)
Muallaf yang Kaffah ke-II (3)

Penjelasan dari Ibu Yeni Mardiani selaku Wakil Ketua Divisi Ibadah Dakwah dan Muallaf, adalah bahwasanya selalu ada konsultasi sebelum calon muallaf bersyahadat. Tujuan dari konsultasi ini ialah agar pengurus mengetahui bagaimana latar belakang calon muallaf, alasan mengapa ingin masuk Islam dan bagaimana tujuan hidupnya. Setelah menjadwalkan kapan ingin didampingi bersyahadat, barulah setelah itu masuk kepada prosesi syahadat. Setelah bersyahadat biasanya teman-teman muallaf ini akan mendapatkan sertifikat dan mengganti namanya dengan nama Islam.

Tidak hanya sampai mendampingi bersyahadat, tapi kami juga selalu berikhtiar untuk terus membimbing mereka dengan berbagai aktifitas yang kami rancang sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Diantaranya seperti konsultasi pra dan pasca syahadat, pelatihan tata cara sholat, pengajaran membaca Al-Qur’an, hafalan surat juga perlombaannya.

Untuk mempererat tali persaudaraan, Darussalam juga mengadakan pertemuan sesama muallaf dan memfasilitasi mereka supaya dapat melakukan usaha kreatif. Hal ini memiliki efek yang luar biasa karena selain bisa bersilaturahim, mereka pula dapat bertukar pikiran, cerita bahkan memberikan solusi kepada muallaf lainnya. Disisi lain semangat mereka pun secara tidak langsung akan tersulut satu sama lain karena saling termotivasi untuk menjadi pribadi baru dan lebih baik lagi.

Muallaf yang Kaffah ke-II (1)
Muallaf yang Kaffah ke-II (1)

Usaha kreatif tersebut diantaranya adalah membuat kreasi bunga dari kain stoking dan membuat beberapa kue kering. Para muallaf dilatih supaya memiliki kreatifitas juga keahlian tertentu untuk bertahan hidup. Karena berdagang merupakan hal yang dulu juga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lakukan. Luar biasa bangga dan senangnya melihat hasil karya mereka yang begitu indah.

Semoga keindahan itupun selalu terpancar pada diri mereka, muallaf  yang kaffah. Dan semoga hati kita terus tergerak untuk mengulurkan tangan membantu menegakkan kalimat tauhid dan mensejahterakan saudara seiman kita, para muallaf. Aamiin Allahumma Aamiin.