Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Selama ini kita sering mendengar istilah zakat. Dan istilah zakat ini sering kali diulang pada saat Ramadhan. Lalu sebenarnya apa sih itu zakat? Mengapa zakat merupakan salah satu rukun islam? Kemudian apa hikmah dan manfaat pensyariatan zakat?

Kata zakat ditinjau dari segi bahasa Arab annumuw yang artinya tumbuh. Dalam bahasa Arab disebutkan, zaka azzar’u artinya tumbuhan itu tumbuh. Dikatakan juga, zaka azzar’udan artinya tumbuhan itu tumbuh dengan baik. Secara istilah syariat, makna zakat adalah mengeluarkan bagian harta tertentu dan diberikan kepada golongan tertentu.

Lalu mengapa kata zakat didalam Al-Qur’an sering kali disandingkan dengan kata sholat?

Zakat merupakan suatu hal yang wajib kita tunaikan. Bahkan sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Abu Bakar ash-Shiddiq bertekad memerangi mereka yang enggan berzakat.

“Demi Allah, seandainya mereka enggan memberikan yang dahulu mereka memberikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, niscaya aku akan memerangi mereka karena keengganan itu. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah, aku akan memerangi mereka yang memisahkan antara sholat dan zakat.”

Begitu banyak hikmah dari penyariatan zakat, diantaranya:

  1. Menghapus dosa

Sebagaimana yang kita tahu, zakat dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api.

2. Membersihkan sifat kikir manusia

Dengan memberikan zakat dan sedekah maka perlahan Allah akan melembutkan hati manusia, dengan itu terhindarlah dari sifat kikir dan tumbuhlah sifat kedermawanan.

3. Melipat gandakan harta

Allah akan memberikan keberkahan pada setiap harta yang disedekahkan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqarah:276 “Allah akan memusnahkan riba dan menumbuh kembangkan sedekah.”

4. Menciptakan keadilan sosial

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan pada setiap harta orang-orang muslim  kaya (zakat) yang mencukupi dan menutupi kebutuhan orang-orang muslim yang fakir. Dan tidaklah mereka kelaparan dan tubuh mereka tidak berbalut pakaian melainkan karena orang-orang kaya tidak mengeluarkan zakat. Ketahuilah! Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung jawaban mereka (orang kaya yang tidak berzakat) dan akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih.” (H.R Thabrani)

5. Mengerakkan roda ekonomi

Jika harta hanya beredar di antara sekelompok orang maka perekonomian tidak adan bergerak. Namun apabila orang-orang kaya ini mengeluarkan zakat mereka, maka roda ekonomi di Indonesia ini akan bergerak dan orang-orang miskin dapat berbelanja kebutuhan mereka.

6. Menghilangkan kecemburuan sosial

Ketika orang fakir melihat orang kaya yang bergelimang harta dilingkungan, maka yang ada adalah rasa kecemburuan, namun jika orang kaya tersebut mengeluarkan zakatnya, terlebih lagi mengantarkannya kerumah-rumah orang fakir tersebut maka yang ada adalah rasa keharmonisan antara kedua belah pihak dan saling menyayangi satu sama lain.

Masya Allah indahnya agama Islam, banyak sekali hikmah dari pensyariatan zakat. Ternyata berzakat sama pentingnya dengan mendirikan sholat. Allah benar-benar telah mengatur kehidupan manusia dengan sedemikian baik dan rapi. Bayangkan jika banyak orang kaya yang sadar akan pentingnya kewajiban berzakat, maka tentu roda perekonomian Indonesia akan meningkat. Semua orang mempunyai kehidupan yang layak, tidak ada yang kelaparan lagi, tidak ada yang takut anaknya tidak bisa bersekolah, tidak ada pula yang kedinginan dan bingung lagi harus tidur dimana.