Melatih Kebiasaan peduli sejak usia dini

Senin 01 Oktober 2018 pulul sepuluh pagi kami mendengar suara anak anak teriak teriak girang di balk pintu sekretariat. mereka bercengkrama dan berputar putar melihat sekeliling masjid sambil dibimbng oleh dua orang ibu ibu seraya berkata. “anak anak, ini namanya mesjid Darussalam, ayo ucapkan salam nak” sambil teriak dan girang secara bersamaan mereka mengucapkan “assalaamu,alaikum warahmatulloohi wa barokaatuh” kami pun menjawab salamnya “wa’alikum salam ade ade, silahkan masuk” kemudia n mereka masuk ke sekretariat. ada yang lncat loncat, ada yang duduk ada juga yang terkesima karena datang ke tempat yang baru mereka kunjungi. 
hari itu adalah hari ke tiga tepat setelah peristiwa gempa bumi dan tsunami di kawasan sulawesi (palu, donggala, mamju dan daerah lainnya).

anak anak, ini adalah masjid darussalam, ini adalah ustadz ustadz pengurus mesjid ini, ayu salaman anak anak. “iyaa” 
petugas sekretariat  seperti biasa menanyakan keperluan setiap tamu yang datang. “dari mana ini ibu, ada yang bisa dibantu” ujar pak hasan. “iya pak ustadz ” ini kamis dari PAUD AR RIZKI, kami dalam rangka melatih jiwa dan kebiasaan peduli kepada anak anak murid kami, kami menmeberi penjelasan tentang peristwa bencana dan meinta anak anak untuk menyisihkan sebagian bekalnya untuk disumbangkan kepada korban bencana” alhamdulillah respon anak anak sangat antusias. kami mampu memngumpulkan dana sebesar Rp. 3.700.000,- rupiah yang didapat dari seluruh siswa. dan sekarang kami mengajak anak anak ini untuk langsung menyerahkannya kepada masjid darussalam sebagai lembaga yang bisa menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana” 
ooh, ” bagus sekali, bu programnya, ini pertama kali anak anak diajak dan dikenalkan tentang kepedulian, silahkan diisi formulirnya” kemudian ibu itu mengisi nota tanda terima bantuan. sedang anak anak dengan polosnya ada yang lompat lompat di kursi sopa yang empuk itu. 
setalh itu, anak anak dibimbing oleh gurunya untuk mengucapkan kalimat aqad sumbangan dengan ptugas sekretariat. “kami, siswa sisw PAUD ARRIZKI, MENYERAHKAN SUMBANGAN DANA INI UNTUK DISALURKAN KEPADA KORBAN MUSIBAH DI SULAWESI TENGAH< SMEOGA BERMANFAAT” dengan nada dan suara anak anak yang polos sambil matanya melihat kesana kemari kemudian petugaspun melanjutkan aqadnya. “kami terima ya de, sumbangan dananya sebesar tiga juta tujuh ratus rupiah, semoga bermanfaat untuk yang menerimanya, semoga berkah untuk yang menyerahkannya, kita berdo’a dengan mambaca surat alfatihah bersama sama. kemudian anak anak itu membaca surat alfatihihah secara besama sambil dibimbing oleh guru gurunya. 
setelah aqad selesai, anak anak diminta untuk bersalaman tand aqad sumbangan, satu persatu mereka besalaman, dan mencium tangan petugas sekretariat. 
pertemuan itu terasa syahdu, dan haru melihat anak anak dengan ceria dan polosnya menyumbangkan dana untuk korban bencana. pertemuan itu diakhiri dengan foto bersama penyerahan bantuan oleh anak anak kepada petugas sekretariat. kemudian anak anak dan gurunya mohon pamit dan keluarg kemudian pergi meninggalkan mesjid kami. 
usia 3-7 tahun adalah usia emas yang membentuk karakter manusia kedepannya. usia itu sangat cocok untuk menginternalisasi pemahaman, perasaan dan sifat sifat positif termasuk pudili sesama yag tertimpa musibah. agas hingga dewasanya ia terbiasa untuk empati dan merasa satu bagian dengan manusia lainnya. 
semoga peristiwa itu menginspirasi yang lainnya untuk melatih anak anaknya pedulia sejak usia dini.

wassalam
zakat darussalam

Share Button