Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Ternyata zakat itu banyak jenisnya loh, bukan hanya zakat fitrah saja. Ada beberapa jenis zakat yang tentunya wajib kita ketahui dan kita keluarkan jika sudah sampai nisab dan berlalu selama satu haul. Nah apa saja sih jenis-jenis zakat itu? Jangan-jangan pada beberapa kategori kita sudah di wajibkan membayar namun kita tidak tahu sama sekali. Wah… hati-hati ya jemaah, jangan sampai nanti keberkahan harta kita malah berkurang atau malah membawa kerusakan untuk kehidupan kita. Yuk! Mari kita sama-sama belajar jenis-jenis zakat.

  1. Zakat Maal (Harta)

Zakat harta kekayaan merupakan zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak. Prinsip dasarnya ialah harta yang tumbuh. Maksud dari tumbuh ialah apabila digunakan untuk usaha maka harta tersebut bisa berkembang.

Berdasarkan hal tersebut, maka harta simpanan tetap wajib dizakati walaupun tidak dilakukan usaha atasnya.

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak kemudian tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih.” (Q.S. At-Taubah ayat ke 35)

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa memiliki emas dan perak dan tidak menunaikan kewajiban zakatnya maka di hari Kiamat nanti lembaran-lembaran emas dan perak tersebut akan dipanasi di dalam neraka Jahannam kemudian disetrikakan kepada dahinya, lambungnya dan punggungnya. Bila dingin maka akan diulangi lagi di suatu hari yang panjangnya adalah seperti 50 ribu tahun, sampai ditunaikan siksaan tersebut diantara para hambaNya. Kemudian dia akan melihat jalurnya apakah kemudian dia akan masuk ke surga ataukah ke neraka.” (H.R. Muslim)

  • Zakat Perniagaan (Perdagangan)

Harta perdagangan sebenarnya termasuk ke dalam kekayaan. Walaupun perdagangannya meraih laba atau mengalami kerugian. Harta perdagangan dinyatakan wajib dizakati jika total harga perdagangan lebih besar dari nisab.

  • Zakat Peternakan

Zakat ini meliputi hasil dari peternakan hewan besar seperti unta, sapi, kambing domba dan sebagainya. Zakat ini wajib di bayarkan sekali dalam setahun apabila jumlah ternaknya memenuhi syarat kewajiban zakat.

  • Zakat Pertanian

Pertanian merupakan salah satu jenis usaha yang cukup penting bagi kehidupan dan kemandirian suatu bangsa. Bahkan di dalam Al-Quran, pertanian yang menghasilkan bahan makanan menempati kedudukan yang tinggi sebab disetarakan dengan amal sholeh yaitu infaq, Masya Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Q.S Al-An’am 141:

“Dan bayarlah zakatnya pada hari panen.”

Dari Abu Said Al-Khudzry Radhiyallahu’anhu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Hasil panen yang kurang dari 5 wasaq tidak terkena zakat.” (H.R Al-Bukhori)

Kemudian presentase jumlah zakat di terangkan dalam hadist sebagai berikut:

“Tanaman yang dialiri air hujan atau sungai yang gratis maka zakatnya 10%. Yang dialiri dengan biaya pengairan zakatnya 5%

(H.R. Bukhori).

            Begitulah kilas penjelasan dari jenis-jenis zakat. Semoga Allah selalu memberikan kelancaran juga kemudahan pada setiap langkah dan kehidupan kita. Ingat, jangan tunggu cukup untuk berzakat. Tapi karena dengan berzakat, hidup kita akan merasa cukup. Semangat!