bantuan gerobak dagang bisa lunasi hutang ratusan juta

MASSE (33 tahun) pria asal malang anak pertama dari dua bersaudara, memiliki istri dan satu anak. Sejak menikah pada tahun 2009 nemulai usaha produksi batu bata untuk memenuhi kebutuhan rumahtangganya, dengan segala kemampuannya ia menjalankan dan membersarkan usahanya sampai waktu 4 tahun. Akan tetapi semua perusahaan pada umumnya, dia menghadapi banyak kesulitan untuk mejalankan usahanyatersebut salahsatunya ia membutuhkan modal untuk bahan produksi, upah kerja dan operasional lainnya. Dengan harapan agar usahanya itu berkembang, dia terus mencari suntikan modal dengan berbagai cara, pinjam sana pinjam sini, gali lobang tutup lobang, dari pinjaman pribadi, pinjaman bank hingga pinjaman rentenir yang begitu banyak sumbernya, dari yang jaminannya sepeda motor, surat tanah hingga sertifikat rumah. Alih alih perusahaan itu maju, selama 4 tahun itu mukhsinin malah terjepit dan terlilit hutang hingga sebesar 850 jutaan dengan sitaan asset dan ancaman keselamatan dari para penagih hutang yang tak kenal belas-kasihan.

MASSE sejak tahun 2013 tidak bisa lagi tinggal di kota malang bahkan di areal Jawa Timur sekalipun karena ancaman keselamatan itu. Dia terombang-ambing dari satu daerah ke daerah lain, dari satu pengungsian ke pengungsian lain, pernah numpang hidup di pesantren, tidur di emperan toko sampai tinggal di mesjid, meski begitu ia tetap mempertahankan rumahtangganya, memikirkan keluarganya dan berupaya untuk melunasi hutangnya. Dia berupaya mencari penghasilan dengan bekerja dari satu proyek ke proyek, dari satu perusahaan ke perusahaan lain sampai pernah menjadi merbot mesjid daerah kudus. Karena penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dan melunasi hutangnya, ia akhirnya pergi merantau ke daerah Jabodetabek kenalan kiyai pesantren yang pernah ia tumbangi hingga sampailah dia di mesjid Citra Grand Cibubur (Bogor-jawa barat). Selama 9 bulan Muksinin terus mencari pekerjaan sampai dia bertemu dengan salah satu pengurus Masjid Darussalam hingga dibawa ke kota wisata untuk dicarikan pekerjaan.

Awal kebangkitan mukhsinin ketika diterima bekerja di perusahaan laundry pakaian selain itu dia dipercaya untuk menjaga dan mengurus sebuah rumah elit di kompleks kota wisata akhirnya dia bisa beraktivitas, mendapat penghasilan untuk terus membayar cicilan hutangnya yang masih setumpuk gunung. Hampir se tahun mukhsinin bekerja di laundry akhirnya dia memutuskan untuk memiliki usaha secara mandiri.

Mukhsinin adalah salah satu jamaah masjid Darussalam yang rajin ikut kegiatan mesjid dan kenal dekat dengan banyak pengurus yayasan. Mengetahui ada program layanan pemberdayaan ekonomi untuk mustahik zakat dari lembaga Zakat Darussalam, beliau mencoba meminta bantuan untuk modal usaha. Masse menceritakan problem yang sedang dihadapinya hingga akhirnya dia diberi bantuan berupa peralatan dagang kopi diantaranya, sepeda motor, gerobak dan modal awal jika dijumlahkan seluruhnya berjumlah 5 jutaan. Sejak saat itu dia menjalankan usaha dagang kopi keliling kompleks kota wisata dengan bantuan membawa nama Masjid Darussalam agar memperlancar ekspansinya mengelilingi kawasan Kota Wisata.

luka-liku dan hambatan usaha pasti selalu ada karena itu dinamika, mengalami proses rebutan laapak dagang, kerusakan kendaraan kehabisan modal dsb. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat mukhsinin untuk terus berdagang kopi. Atas berkat rahmat Alloh yang Maha Kuasa, Mukhsinin menjalankan usaha jualan kopi tersebut hingga dia mampu mendapatkan omset 1,5 jt setiap harinya bahkan pernah dia ikut bazaar di masjid Darussalam dia mendatkan omset 7 juta di beberapa hari. Begitu terus setiap harinya ia jalankan usahanya selama 3 tahun lebih. Dengan penghasilan dari jualan kopinya itu ia terus menyicil pelunasan hutangnya tersebut dengan terus berupaya keras dan berdo’a dengan sungguh sungguh.

masse sampai saat ini sudah 7 tahun jauh dan tak pernah pulang menemui keluarganya di malang, dengan alasan ancaman keselamatan dari pada rentenir dia bertekad untuk melunasi hutangnya yang jumlahnya masih banyak. Dia berfikir untuk meningkatkan penghasilannya hingga ia memutuskan untuk menyewakan motor + gerobak kopinya kepada orang lain serta mencoba menyewa kios di sebuah kantin SMA Negeri di kawasan Kota Wisata. Alhasil, dari laba jualan kopi keliling yang ia tabung, ia bisa memulai dagang di kantin sekolah sejak bulan Januari 2018 sampai sekarang. Dengan segmen pasar anak sekolah ia menjual berbagai jajanan anak dan makanan untuk pengisi makan siang seperti mi rebus, gorengan, donat dan minuman minuman instan. Selama ia berdagang di kantin tersebut, Alhamdulillah masse bisa mendapatkan omset rata rata 3 juta setiap hari ditambah penghasilan dari sewa gerobak kopinya sebanyak 900 ribu setiap bulan. Dengan penghasilannya itu dia bisa menghidupi keluarganya dan tersu mengicil hutangnya yang sampai saat ini sudah terbayar sejumlah 203 jutaan. Satu pencapaian yang luar biasa yang usahanya membutuhkan kesabaran dan pertolongan yang besar dari Alloh SWT.

Kini anak yang ditinggalkan mukhsinin pad ausia 6 bulan telah berusia 7 tahun. Masse pernah pulang 4 tahun yang lalu dan anak itu tidak mengenali ayahnya tersebut yang pergi dari malang karena menyelamatkan diri dan berjuang melunasi hutang. Zakat Darussalam terus membina, memotivasi dan bermaksud mengantar mukhsinin agar bisa bertemu dengan keluarganya. Masse yang sampai saat ini masih terancam keselamatannya berlum berani untuk kembali pulang hingga semua hutangnya terlunasi, Dengan penghasilannya itu ia bisa terus menyicil pelunasan hutangnya sembari terus mengembangkan usaha, berdo’a dan menahan rindu untuk pulang ke kampong halaman dan bertemu keluarganya.

Maha suci Alloh yang telah memperjanakna hambanya (qs. Al Isro : 1), setiap makhluk diutus ke bumi dengan membawa misi, setiap kejadian diciptakan dengan membawa nilai tertentu, hanya Alloh yang tahu, hanya orang yang senantiasa bersyukur yang mampu mengambil hikmah dari setiap kejadian sederhana apapun itu. DIA mengatur jalan hidup seseorang yang bernama Masse, mengujinya dengan lilitan hutang, mempertemukannya dengan masjid Darussalam, memberinya keluarga baru di perantauan. Atas kuasa Alloh SWT, dengan bantuan modal barang dan uang yang sejumlah 5 jutaan dia mampu dan sedang terus berusaha membayar cicilan hutangnya yang berjumlah ratusan juta. Alloh SWT sedang mendidik mukhsinin, mendidik lembaga Darussalam, mendidik kita semua bahwa tekad yang kuat, niat yang tulus akan membukakan segala pintu keluar dari semua perso’alan. Dan Alloh mampu membantu mukhsinin melunasi seluruh hutangnya meski hanya melalui jalan berdagang kopi. Semoga mukhsinin senantiasa diberi kekuatan, bimbingan dan pertolongan dari Alloh. Masse hanyalah seorang dari sekian banyak orang yang menderita karena tejebak lilitan hutang yang besar. semoga kita semua senantiasa siap dan sedia memberi pertolongan pada orang yang terkena musibah, member kemudahan bagi orang yang sedang kesulitan. Aamiiin,,,

Share Button