Penyaluran Zakat Darussalam

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Lembaga Zakat Darussalam Alhamdulillah telah dipercaya oleh ribuan jamaah dalam menyalurkan zakat, infaq dan shodaqohnya kepada yang membutuhkan. Letaknya yang strategis yaitu berada di pusat beberapa perumahan, menjadikan Masjid Darussalam Kota Wisata sering dikunjungi oleh jamaah, mulai dari penduduk kota wisata maupun di luar kota wisata.

Sampai saat ini telah banyak program yang terlaksana dan berjalan lancar walau dengan segala kekurangannya. Program-program penyaluran zakat tersebut diantaranya ialah bantuan pasca bencana alam, seperti renovasi mushola gempa Majene, Mamuju, Sulawesi Selatan. Mewujudkan berdirinya mushola di Desa Seseupan Kecamatan Caringin, Sukabumi dan sebagainya.

Membangun masjid dan mushalla merupakan salah satu amalan yang mendatangkan pahala besar. Hal ini diterangkan dalam sebuah hadis, yang mana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah akan bangunkan baginya rumah seperti itu pula di surga.” (H.R. Ibnu Majah).

Selain program di atas, Lembaga Zakat Darussalam juga telah menyerahkan bantuan kepada warga yang terkena banjir di wilayah DKI Jakarta;Bumi Nasio Indah, Pondok Gede Permai, kawasan Puncak, Villa Nusa Indah 2, banjir bandang di Garut Selatan, bencana lombok dan palu,serta korban bencana yang ada di Lombok, NTB dan dan Palu, Sulawesi Tengah.

Penyaluran zakat pun telah dilakukan kepada masyarakat sekitar Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor berupa pembagian paket sembako (sembilan bahan pokok) setiap hari selama bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyampaikan bahwa, “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Sungguh besar keutamaan dan pahala orang yang bersedekah, karena dapat membersihkan harta, diri sekaligus jiwa dari dosa. Bersedekah dapat melembutkan hati, menghilangkan sifat kikir dan sombong. Jauh dari pada itu, pada bulan Ramadhan segala amal kebaikan akan di lipat gandakan pahalanya.

Pihak  Lembaga Zakat Darussalam mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para donatur yang senantiasa percaya dalam menitipkan donasinya guna disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Pihak Lembaga Zakat Darussalam juga berdoa agar Allah selalu melimpahkan kesehatan dan keberkahan kepada jamaah yang telah mengeluarkan harta terbaiknya dan semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Pihak Lembaga Zakat Darussalam pun berharap agar jamaah tidak pernah ragu untuk bersedekah. Sebab, harta yang dikeluarkan seseorang tak akan membuatnya miskin. Bahkan, Allah akan memberkahi rezeki dan harta orang yang selalu bersedekah. Dalam sebuah hadis dinyatakan bahwa pada hari kiamat kelak, Allah akan menaungi orang-orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi. Sehingga, diibaratkan bahwa tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya.

READ MORE
Apakah Sedekah Hanya Untuk Orang Kaya?Inspirasi

Apakah Sedekah Hanya Untuk Orang Kaya?

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Apakah bersedekah harus kaya dan menunggu kondisi ekonomi kita cukup dahulu? Tentu saja jawabannya tidak. Bersedekah itu tidak perlu menunggu kaya terlebih dahulu, bagaimana jika nasib kita ternyata tidak menjadi orang kaya? Apakah itu artinya kita tidak sedekah-sedekah? Nauzubillahi Min Dzalik.

Dalam bersedekah, kita tidak perlu menunggu kaya, karena sejatinya sedekah itu tidak harus dikeluarkan dengan menggunakan uang, namun bisa juga dengan hal lain, contohnya makanan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda “Makanan untuk 2 orang cukup untuk 3 orang. Makanan untuk 3 orang cukup untuk 4 orang.” (H.R. Bukhori dan Muslim).

Masya Allah hadis ini sungguh dapat dengan mudah diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Maksud dari hadis ini ialah, makanan yang kita masak itu dapat menjadi pundi-pundi sedekah bila kita memisahkan dan memberikannya kepada saudara ataupun tetangga kita yang membutuhkan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda “Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak gulai, maka perbanyaklah kuahnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

            Dengan membiasakan sedekah sederhana ini, hati kita akan menjadi lebih lembut dan lama-kelamaan terbiasa untuk melaksanakan kebaikan lainnya yaitu bersedekah dengan sebagian harta kekayaan baik dalam keadaan lapang dan sempit. Karena Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 15-19, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada didalam taman-taman surga dan mata air. Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sungguh mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.”

            Oleh karena itu marilah kita bersama-sama membiasakan diri untuk bersedekah. Ingat, tidak perlu menunggu kaya atau cukup untuk bersedekah. Karena dengan bersedekah, maka harta yang kita miliki menjadi cukup dan berkah. Tidak perlu dengan nilai yang besar, asalkan rutin dan ikhlas insya Allah sedekah kita akan bernilai ibadah dan menjadi penyelamat di hari kiamat nanti.

READ MORE
surat pertengahan ramadhan (2)Edukasi

Sudah Pertengahan Ramadhan, Sampai Mana Tilawah Qur’an Mu?

 Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Sudah pertengahan Ramadhan nih, kira-kira sudah sampai mana target bacaan kita?  Berapa juz yang sudah kita baca? Apakah setiap hari kita telah mengisinya dengan kebaikan dan amal sholeh? Atau hanya dengan perbuatan maksiat dan sia-sia?

Allah telah memberikan kita nikmat sehat dan waktu untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini, mengizinkan kita agar dapat merasakan indahnya bulan suci dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki Ramadhan sebelumnya. Namun terkadang kita tidak peka dan bersikap biasa saja, seolah-olah kita pasti akan dipertemukan lagi oleh bulan Ramadhan berikutnya.

Padahal dulu para sahabat selama enam bulan sebelum kedatangan bulan Ramadhan selalu berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka juga berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan. Bayangkan bagaimana besarnya para sahabat memuliakan bulan Ramadhan.

 

Seharusnya sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk meraih sebanyak-banyaknya amal sholeh di bulan Ramadhan. Salah satu amal yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan yaitu adalah membaca Al-Qur’an. Diantara keadaan Salafush Shalih ialah selalu menyibukkan dirinya dengan Al-Qur’an, mulai dari membaca, mempelajari dan mentadabburinya.

            Ustman bi Affan mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari pada bulan Ramadhan. Sebagian Salafus Shalih mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sholat tarawih setiap tiga malam sekali. Sebagian lagi setiap tujuh malam sekali. Sementara sebagian lainnya mengkhatamkannya setiap sepuluh malam sekali. Masya Allah betapa indahnya bercengkrama dengan Al-Qur’an.

            Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, suatu kebaikan itu dilipat gandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan bahwa الم itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Mim juga satu huruf,” (H.R. Tirmidzi).

READ MORE
Muallaf yang Kaffah ke-II (2)Berita

Muallaf yang Kaffah (Bagian Kedua)

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Alhamdulillah Bini’matihi Tatimussh Sholihaat. Darussalam kurang lebih telah tujuh tahun dipercaya mewadahi para muallaf dari berbagai daerah dan latar belakang. Sampai sekarang sekitar 500 muallaf telah masuk Islam melalui perantara Muallaf Center Darussalam. Masya Allah, semoga Allah selalu memudahkan niat baik Yayasan Darussalam.

Niat baik divisi muallaf teramat mulia, yaitu ingin membina teman-teman mualaf mendalami Islam supaya kelak mereka menjadi muslim dan muslimah yang kaffah. Namun dalam mencapai kata “kaffah” itu sendiri bukanlah hal yang mudah, perlu perjuangan dan kerja keras yang dilakukan untuk menggapainya. Karena kaffah ialah kesempurnaan, yang menyeluruh bukan setengah-setengah. Oleh karena itu perlu adanya sinergi yang baik dengan muallaf.

Muallaf yang Kaffah ke-II (3)
Muallaf yang Kaffah ke-II (3)

Penjelasan dari Ibu Yeni Mardiani selaku Wakil Ketua Divisi Ibadah Dakwah dan Muallaf, adalah bahwasanya selalu ada konsultasi sebelum calon muallaf bersyahadat. Tujuan dari konsultasi ini ialah agar pengurus mengetahui bagaimana latar belakang calon muallaf, alasan mengapa ingin masuk Islam dan bagaimana tujuan hidupnya. Setelah menjadwalkan kapan ingin didampingi bersyahadat, barulah setelah itu masuk kepada prosesi syahadat. Setelah bersyahadat biasanya teman-teman muallaf ini akan mendapatkan sertifikat dan mengganti namanya dengan nama Islam.

Tidak hanya sampai mendampingi bersyahadat, tapi kami juga selalu berikhtiar untuk terus membimbing mereka dengan berbagai aktifitas yang kami rancang sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Diantaranya seperti konsultasi pra dan pasca syahadat, pelatihan tata cara sholat, pengajaran membaca Al-Qur’an, hafalan surat juga perlombaannya.

Untuk mempererat tali persaudaraan, Darussalam juga mengadakan pertemuan sesama muallaf dan memfasilitasi mereka supaya dapat melakukan usaha kreatif. Hal ini memiliki efek yang luar biasa karena selain bisa bersilaturahim, mereka pula dapat bertukar pikiran, cerita bahkan memberikan solusi kepada muallaf lainnya. Disisi lain semangat mereka pun secara tidak langsung akan tersulut satu sama lain karena saling termotivasi untuk menjadi pribadi baru dan lebih baik lagi.

Muallaf yang Kaffah ke-II (1)
Muallaf yang Kaffah ke-II (1)

Usaha kreatif tersebut diantaranya adalah membuat kreasi bunga dari kain stoking dan membuat beberapa kue kering. Para muallaf dilatih supaya memiliki kreatifitas juga keahlian tertentu untuk bertahan hidup. Karena berdagang merupakan hal yang dulu juga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lakukan. Luar biasa bangga dan senangnya melihat hasil karya mereka yang begitu indah.

Semoga keindahan itupun selalu terpancar pada diri mereka, muallaf  yang kaffah. Dan semoga hati kita terus tergerak untuk mengulurkan tangan membantu menegakkan kalimat tauhid dan mensejahterakan saudara seiman kita, para muallaf. Aamiin Allahumma Aamiin.

READ MORE