Muallaf yang Kaffah ke-II (2)Berita

Muallaf yang Kaffah (Bagian Kedua)

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Alhamdulillah Bini’matihi Tatimussh Sholihaat. Darussalam kurang lebih telah tujuh tahun dipercaya mewadahi para muallaf dari berbagai daerah dan latar belakang. Sampai sekarang sekitar 500 muallaf telah masuk Islam melalui perantara Muallaf Center Darussalam. Masya Allah, semoga Allah selalu memudahkan niat baik Yayasan Darussalam.

Niat baik divisi muallaf teramat mulia, yaitu ingin membina teman-teman mualaf mendalami Islam supaya kelak mereka menjadi muslim dan muslimah yang kaffah. Namun dalam mencapai kata “kaffah” itu sendiri bukanlah hal yang mudah, perlu perjuangan dan kerja keras yang dilakukan untuk menggapainya. Karena kaffah ialah kesempurnaan, yang menyeluruh bukan setengah-setengah. Oleh karena itu perlu adanya sinergi yang baik dengan muallaf.

Muallaf yang Kaffah ke-II (3)
Muallaf yang Kaffah ke-II (3)

Penjelasan dari Ibu Yeni Mardiani selaku Wakil Ketua Divisi Ibadah Dakwah dan Muallaf, adalah bahwasanya selalu ada konsultasi sebelum calon muallaf bersyahadat. Tujuan dari konsultasi ini ialah agar pengurus mengetahui bagaimana latar belakang calon muallaf, alasan mengapa ingin masuk Islam dan bagaimana tujuan hidupnya. Setelah menjadwalkan kapan ingin didampingi bersyahadat, barulah setelah itu masuk kepada prosesi syahadat. Setelah bersyahadat biasanya teman-teman muallaf ini akan mendapatkan sertifikat dan mengganti namanya dengan nama Islam.

Tidak hanya sampai mendampingi bersyahadat, tapi kami juga selalu berikhtiar untuk terus membimbing mereka dengan berbagai aktifitas yang kami rancang sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Diantaranya seperti konsultasi pra dan pasca syahadat, pelatihan tata cara sholat, pengajaran membaca Al-Qur’an, hafalan surat juga perlombaannya.

Untuk mempererat tali persaudaraan, Darussalam juga mengadakan pertemuan sesama muallaf dan memfasilitasi mereka supaya dapat melakukan usaha kreatif. Hal ini memiliki efek yang luar biasa karena selain bisa bersilaturahim, mereka pula dapat bertukar pikiran, cerita bahkan memberikan solusi kepada muallaf lainnya. Disisi lain semangat mereka pun secara tidak langsung akan tersulut satu sama lain karena saling termotivasi untuk menjadi pribadi baru dan lebih baik lagi.

Muallaf yang Kaffah ke-II (1)
Muallaf yang Kaffah ke-II (1)

Usaha kreatif tersebut diantaranya adalah membuat kreasi bunga dari kain stoking dan membuat beberapa kue kering. Para muallaf dilatih supaya memiliki kreatifitas juga keahlian tertentu untuk bertahan hidup. Karena berdagang merupakan hal yang dulu juga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lakukan. Luar biasa bangga dan senangnya melihat hasil karya mereka yang begitu indah.

Semoga keindahan itupun selalu terpancar pada diri mereka, muallaf  yang kaffah. Dan semoga hati kita terus tergerak untuk mengulurkan tangan membantu menegakkan kalimat tauhid dan mensejahterakan saudara seiman kita, para muallaf. Aamiin Allahumma Aamiin.

READ MORE
muallaf yang kaffahBerita

Muallaf yang Kaffah (Bagian Pertama)

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Allah melimpahkan berbagai kenikmatan kepada setiap manusia. Namun, tahukah kita bahwasanya ada nikmat terbesar yang perlu selalu kita syukuri setiap waktu? Kenikmatan terbesar itu tidak lain dan tidak bukan ialah nikmat iman dan nikmat Islam. Mengapa kenikmatan iman dan Islam disebut kenikmatan yang paling utama? Jawabannya ialah karena ia merupakan hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Jika Allah telah menganugrahkan hidayah kepada seseorang, maka tidak akan ada satupun yang dapat membuatnya berpaling. Namun jika Allah telah menghendakinya dalam kesesatan, maka tidak akan ada pula satupun yang dapat memberinya petunjuk.”

Nauzubillahi min dzalik. Semoga Allah selalu tetapkan iman dan Islam dalam hati dan sanubari kita semua. Aamiin Allahumma Aamin.

Sore hari di Sekolah Fajar Hidayah, Ahad (25/04/2021) Muallaf Center Darussalam menggelar acara kajian, buka puasa bersama dan silaturahim. Acara itu dihadiri oleh hampir 70 muallaf binaan Yayasan Darussalam.

Masya Allah. Sungguh mengharu-biru suasana di tengah para muallaf. Sikap yang santun dan semangat yang tinggi dalam menyimak kajian sungguh membuat kami yang sudah berislam sejak lahir merasa sangat malu. Pasalnya, mereka sudah hafal banyak surat pendek dalam kurun waktu hanya beberapa tahun. Sungguh semangat belajar para muallaf sangat tinggi.

Hal yang lebih membuat hati serta tubuh bergetar ialah ketika ada seorang pria berbaju putih bersyahadat. Air mata pecah begitu saja mendengar pengucapan kesaksian dari seorang yang tadinya kristiani bersaksi bahwa, “Tiada Tuhan yang wajib diibadahi melainkan Allah dan meyakini bahwa nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah utusan Allah.” Alasan masuk Islamnya pun sangat luar biasa, karena ia selalu terenyuh dan tergetar hatinya mendengar suara azan. Sungguh pas nama “Muhammad Ilham” yang dipilih olehnya untuk mengganti nama sebelumnya. Hal itu sesuai dengan apa yang ia rasakan ketika mendengar kalimat Allah.

Muallaf Center Darussalam kurang lebih telah enam tahun menjadi lembaga bagi para muallaf di berbagai daerah. Tidak hanya memfasilitasi muallaf untuk bersyahadat, namun juga memberikan pembinaan mengenai ilmu Islam, akhlak dan ekonomi kreatif kepada mereka. Tidak lupa pula pembinaan dalam pengokohan akidah. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jamaah yang sudah mempercayai Darussalam untuk menyalurkan donasinya bagi para muallaf yang merupakan salah satu dari golongan orang yang berhak mendapatkan zakat.

“Kami berharap Muallaf Center Darussalam ini dapat menjadi wadah untuk para muallaf agar menjadi muslim dan muslimah yang kaffah. Kaffah disini artinya sempurna, menyeluruh dan tidak setengah-setengah. Mudah-mudahan mereka bisa istiqomah dan terus kuat memegang Islam di dalam hatinya,” terang Ibu Yeni Mardiani, Wakil Ketua Divisi Ibadah, Dakwah dan Muallaf Yayasan Darussalam.

READ MORE