Apakah Sedekah Hanya Untuk Orang Kaya?Inspirasi

Apakah Sedekah Hanya Untuk Orang Kaya?

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Apakah bersedekah harus kaya dan menunggu kondisi ekonomi kita cukup dahulu? Tentu saja jawabannya tidak. Bersedekah itu tidak perlu menunggu kaya terlebih dahulu, bagaimana jika nasib kita ternyata tidak menjadi orang kaya? Apakah itu artinya kita tidak sedekah-sedekah? Nauzubillahi Min Dzalik.

Dalam bersedekah, kita tidak perlu menunggu kaya, karena sejatinya sedekah itu tidak harus dikeluarkan dengan menggunakan uang, namun bisa juga dengan hal lain, contohnya makanan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda “Makanan untuk 2 orang cukup untuk 3 orang. Makanan untuk 3 orang cukup untuk 4 orang.” (H.R. Bukhori dan Muslim).

Masya Allah hadis ini sungguh dapat dengan mudah diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Maksud dari hadis ini ialah, makanan yang kita masak itu dapat menjadi pundi-pundi sedekah bila kita memisahkan dan memberikannya kepada saudara ataupun tetangga kita yang membutuhkan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda “Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak gulai, maka perbanyaklah kuahnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

            Dengan membiasakan sedekah sederhana ini, hati kita akan menjadi lebih lembut dan lama-kelamaan terbiasa untuk melaksanakan kebaikan lainnya yaitu bersedekah dengan sebagian harta kekayaan baik dalam keadaan lapang dan sempit. Karena Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 15-19, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada didalam taman-taman surga dan mata air. Mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sungguh mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.”

            Oleh karena itu marilah kita bersama-sama membiasakan diri untuk bersedekah. Ingat, tidak perlu menunggu kaya atau cukup untuk bersedekah. Karena dengan bersedekah, maka harta yang kita miliki menjadi cukup dan berkah. Tidak perlu dengan nilai yang besar, asalkan rutin dan ikhlas insya Allah sedekah kita akan bernilai ibadah dan menjadi penyelamat di hari kiamat nanti.

READ MORE
Berita

Jenis-Jenis Zakat

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Ternyata zakat itu banyak jenisnya loh, bukan hanya zakat fitrah saja. Ada beberapa jenis zakat yang tentunya wajib kita ketahui dan kita keluarkan jika sudah sampai nisab dan berlalu selama satu haul. Nah apa saja sih jenis-jenis zakat itu? Jangan-jangan pada beberapa kategori kita sudah di wajibkan membayar namun kita tidak tahu sama sekali. Wah… hati-hati ya jemaah, jangan sampai nanti keberkahan harta kita malah berkurang atau malah membawa kerusakan untuk kehidupan kita. Yuk! Mari kita sama-sama belajar jenis-jenis zakat.

  1. Zakat Maal (Harta)

Zakat harta kekayaan merupakan zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak. Prinsip dasarnya ialah harta yang tumbuh. Maksud dari tumbuh ialah apabila digunakan untuk usaha maka harta tersebut bisa berkembang.

Berdasarkan hal tersebut, maka harta simpanan tetap wajib dizakati walaupun tidak dilakukan usaha atasnya.

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak kemudian tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih.” (Q.S. At-Taubah ayat ke 35)

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa memiliki emas dan perak dan tidak menunaikan kewajiban zakatnya maka di hari Kiamat nanti lembaran-lembaran emas dan perak tersebut akan dipanasi di dalam neraka Jahannam kemudian disetrikakan kepada dahinya, lambungnya dan punggungnya. Bila dingin maka akan diulangi lagi di suatu hari yang panjangnya adalah seperti 50 ribu tahun, sampai ditunaikan siksaan tersebut diantara para hambaNya. Kemudian dia akan melihat jalurnya apakah kemudian dia akan masuk ke surga ataukah ke neraka.” (H.R. Muslim)

  • Zakat Perniagaan (Perdagangan)

Harta perdagangan sebenarnya termasuk ke dalam kekayaan. Walaupun perdagangannya meraih laba atau mengalami kerugian. Harta perdagangan dinyatakan wajib dizakati jika total harga perdagangan lebih besar dari nisab.

  • Zakat Peternakan

Zakat ini meliputi hasil dari peternakan hewan besar seperti unta, sapi, kambing domba dan sebagainya. Zakat ini wajib di bayarkan sekali dalam setahun apabila jumlah ternaknya memenuhi syarat kewajiban zakat.

  • Zakat Pertanian

Pertanian merupakan salah satu jenis usaha yang cukup penting bagi kehidupan dan kemandirian suatu bangsa. Bahkan di dalam Al-Quran, pertanian yang menghasilkan bahan makanan menempati kedudukan yang tinggi sebab disetarakan dengan amal sholeh yaitu infaq, Masya Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Q.S Al-An’am 141:

“Dan bayarlah zakatnya pada hari panen.”

Dari Abu Said Al-Khudzry Radhiyallahu’anhu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Hasil panen yang kurang dari 5 wasaq tidak terkena zakat.” (H.R Al-Bukhori)

Kemudian presentase jumlah zakat di terangkan dalam hadist sebagai berikut:

“Tanaman yang dialiri air hujan atau sungai yang gratis maka zakatnya 10%. Yang dialiri dengan biaya pengairan zakatnya 5%

(H.R. Bukhori).

            Begitulah kilas penjelasan dari jenis-jenis zakat. Semoga Allah selalu memberikan kelancaran juga kemudahan pada setiap langkah dan kehidupan kita. Ingat, jangan tunggu cukup untuk berzakat. Tapi karena dengan berzakat, hidup kita akan merasa cukup. Semangat!

READ MORE
dahsyatnya sedekah subuhInspirasi

Dasyatnya Sedekah Subuh

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Ada suatu amalan yang dasyat dan sangat jitu yang belum banyak orang tahu dan amalkan. Padahal manfaatnya sangat banyak dan Insya Allah pasti Allah kabulkan setiap hajat-hajat kita. Amalan dasyat itu adalah sedekah subuh. Subuh adalah waktu yang sangat tepat bagi kita untuk bersedekah. Amalan ini insya Allah banyak manfaatnya, seperti dapat menyembuhkan penyakit, memudahkan urusan, mengabulkan hajat dan masih banyak lainnya.

Lalu mengapa pada waktu subuh? Mengapa tidak diwaktu yang lain? Bukankah sedekah bisa kapan saja?

Ya, sedekah itu bisa kapan saja dan kepada siapa saja. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bersedekah diwaktu yang lain. Semua sedekah diperbolehkan disemua keadaan, namun untuk sedekah subuh ini merupakan sedekah yang spesial, salah satu sedekah yang terbaik. Karena pada waktu itu dua malaikat turun dan mendoakan orang-orang yang sedekah subuh.

Dari Abu Huraira radhiyallahu’anhu sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu diantaranya berdoa: “Ya Allah berilah ganti yang lebih baik kepada orang yang berinfaq.” Sedangkan yang satu lagi berdoa: “Ya Allah berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” (H.R Bukhori).

Bagi perempuan yang sedang berhalangan, silakan bangun subuh saja walaupun tidak sholat. Jadi sebelum beraktivitas kita sempatkan untuk sedekah subuh terlebih dahulu. Tidak perlu bersusah payah mencari anak-anak yatim disubuh hari, cukup untuk siapkan kotak infaq di rumah, masukkan saja uang dikotak tersebut setiap harinya. Kemudian begitu bersedekah berdoalah, sebutkan hajat-hajat kita.

Oleh karena itu marilah kita bersama-sama galakkan bersedekah di waktu subuh, agar malaikat selalu mendoakan kelapangan rejeki kita. Dan jangan pernah biarkan waktu subuh kita terlewat begitu saja tanpa bersedekah. Sebab hal itu sama saja kita membiarkan adanya kerusakan dalam hidup kita, sebagaimana doa malaikat yang lainnya di setiap pagi.

Semoga kita semua dapat istiqomah melakukan dan menebarkan kebaikan untuk kepentingan umat Islam. Aamiin Allahumma Aamiin.

READ MORE

Siapa Sajakah Yang Harus Membayar Zakat?

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Sebagai seorang muslim tentunya kita tahu bahwa zakat merupakan rukun islam. Zakat secara bahasa berarti berkah, tumbuh atau suci. Zakat yang ditunaikan oleh seorang muslim sejatinya berfungsi untuk membersihkan diri serta mensucikan harta yang kita miliki.

Lantas siapa sajakah yang harus membayar zakat? Apakah semua muslim diwajibkan untuk membayar zakat? Adakah golongan orang yang dimaklumkan untuk tidak perlu membayar zakatnya? Yuk kita simak pemaparan berikut:

1. Muslim

Sebagaimana kita tahu, zakat ialah rukun islam yang ketiga. Maka sudah seharusnya seorang muslim menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat kepemilikan hartanya. Kemudian bagaimana bila orang kafir berzakat? Apakah diterima zakatnya? Jawabannya adalah tidak.

“Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya. Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS. At-Taubah 54).

2. Orang yang merdeka bukan budak

Seorang hamba sahaya tidak wajib membayar zakat. Hal ini disebabkan karena tidak memiliki kemerdekaan untuk memiliki harta. Namun di zaman saat ini sepertinya sudah tidak ada lagi budak karena setiap manusia sudah di junjung tinggi hak asasinya.

3. Nisab

Jumlah hartanya mencapai nisab. Batas minimal jumlah harta yang terkena wajib zakat bergantung pada jenis harta yang dimiliki, yakni: hasil pertanian, peternakan, harta dagang, emas/perak, atau uang.

4. Kepemilikan yang sempurna

Syarat harta yang di zakatkan harus menjadi milik sempurna. Harta yang tidak sempurna dalam penguasaan seseorang tidak perlu di zakati. Ini tentu kembali kepada sang pemilik harta itu sendiri yang mengetahui hakikat kepemilikannya.

Misal harta yang tidak dimiliki secara sempurna: Piutang yang macet. Harta yang rusak sebelum jatuh tempo haulnya. Atau harta milik tetapi dikuasai secara dzalim oleh orang lain.

5. Muslim Baligh dan Belum Baligh

Perhatikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

“Zakat diambil dari orang kaya di antara mereka untuk diberikan kepada orang miskin di antara mereka.”

Kata ‘mereka’ yang kedua, yakni para penerima pembagian zakat adalah orang tanpa membedakan umur. Termasuk orang yang sudah balig dan yang belum balig, sehingga di dalam kata ‘mereka’ yang pertama termasuk juga orang yang sudah balig dan yang belum balig. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kepada wali atau penanggung jawab anak yatim agar mengembangkan harta anak yatim dengan berdagang.

6. Haul

Syarat wajib membayar zakat adalah haul.

Haul  ini adalah perjalanan setahun qomariyyah, yang merupakan syarat masa kepemilikan harta yang wajib dizakati selain hasil pertanian, selanjutnya setiap haul membayar zakat harta bila harta sama atau di atas nisab.

READ MORE