surat pertengahan ramadhan (2)Edukasi

Sudah Pertengahan Ramadhan, Sampai Mana Tilawah Qur’an Mu?

 Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Sudah pertengahan Ramadhan nih, kira-kira sudah sampai mana target bacaan kita?  Berapa juz yang sudah kita baca? Apakah setiap hari kita telah mengisinya dengan kebaikan dan amal sholeh? Atau hanya dengan perbuatan maksiat dan sia-sia?

Allah telah memberikan kita nikmat sehat dan waktu untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini, mengizinkan kita agar dapat merasakan indahnya bulan suci dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki Ramadhan sebelumnya. Namun terkadang kita tidak peka dan bersikap biasa saja, seolah-olah kita pasti akan dipertemukan lagi oleh bulan Ramadhan berikutnya.

Padahal dulu para sahabat selama enam bulan sebelum kedatangan bulan Ramadhan selalu berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka juga berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan. Bayangkan bagaimana besarnya para sahabat memuliakan bulan Ramadhan.

 

Seharusnya sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk meraih sebanyak-banyaknya amal sholeh di bulan Ramadhan. Salah satu amal yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan yaitu adalah membaca Al-Qur’an. Diantara keadaan Salafush Shalih ialah selalu menyibukkan dirinya dengan Al-Qur’an, mulai dari membaca, mempelajari dan mentadabburinya.

            Ustman bi Affan mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari pada bulan Ramadhan. Sebagian Salafus Shalih mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sholat tarawih setiap tiga malam sekali. Sebagian lagi setiap tujuh malam sekali. Sementara sebagian lainnya mengkhatamkannya setiap sepuluh malam sekali. Masya Allah betapa indahnya bercengkrama dengan Al-Qur’an.

            Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, suatu kebaikan itu dilipat gandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan bahwa الم itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Mim juga satu huruf,” (H.R. Tirmidzi).

READ MORE
zakat selalu disanding oleh sholat 3Edukasi

Mengapa Kata Zakat Selalu Disandingkan dengan Sholat?

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Selama ini kita sering mendengar istilah zakat. Dan istilah zakat ini sering kali diulang pada saat Ramadhan. Lalu sebenarnya apa sih itu zakat? Mengapa zakat merupakan salah satu rukun islam? Kemudian apa hikmah dan manfaat pensyariatan zakat?

Kata zakat ditinjau dari segi bahasa Arab annumuw yang artinya tumbuh. Dalam bahasa Arab disebutkan, zaka azzar’u artinya tumbuhan itu tumbuh. Dikatakan juga, zaka azzar’udan artinya tumbuhan itu tumbuh dengan baik. Secara istilah syariat, makna zakat adalah mengeluarkan bagian harta tertentu dan diberikan kepada golongan tertentu.

Lalu mengapa kata zakat didalam Al-Qur’an sering kali disandingkan dengan kata sholat?

Zakat merupakan suatu hal yang wajib kita tunaikan. Bahkan sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Abu Bakar ash-Shiddiq bertekad memerangi mereka yang enggan berzakat.

“Demi Allah, seandainya mereka enggan memberikan yang dahulu mereka memberikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, niscaya aku akan memerangi mereka karena keengganan itu. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah, aku akan memerangi mereka yang memisahkan antara sholat dan zakat.”

Begitu banyak hikmah dari penyariatan zakat, diantaranya:

  1. Menghapus dosa

Sebagaimana yang kita tahu, zakat dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api.

2. Membersihkan sifat kikir manusia

Dengan memberikan zakat dan sedekah maka perlahan Allah akan melembutkan hati manusia, dengan itu terhindarlah dari sifat kikir dan tumbuhlah sifat kedermawanan.

3. Melipat gandakan harta

Allah akan memberikan keberkahan pada setiap harta yang disedekahkan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqarah:276 “Allah akan memusnahkan riba dan menumbuh kembangkan sedekah.”

4. Menciptakan keadilan sosial

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan pada setiap harta orang-orang muslim  kaya (zakat) yang mencukupi dan menutupi kebutuhan orang-orang muslim yang fakir. Dan tidaklah mereka kelaparan dan tubuh mereka tidak berbalut pakaian melainkan karena orang-orang kaya tidak mengeluarkan zakat. Ketahuilah! Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung jawaban mereka (orang kaya yang tidak berzakat) dan akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih.” (H.R Thabrani)

5. Mengerakkan roda ekonomi

Jika harta hanya beredar di antara sekelompok orang maka perekonomian tidak adan bergerak. Namun apabila orang-orang kaya ini mengeluarkan zakat mereka, maka roda ekonomi di Indonesia ini akan bergerak dan orang-orang miskin dapat berbelanja kebutuhan mereka.

6. Menghilangkan kecemburuan sosial

Ketika orang fakir melihat orang kaya yang bergelimang harta dilingkungan, maka yang ada adalah rasa kecemburuan, namun jika orang kaya tersebut mengeluarkan zakatnya, terlebih lagi mengantarkannya kerumah-rumah orang fakir tersebut maka yang ada adalah rasa keharmonisan antara kedua belah pihak dan saling menyayangi satu sama lain.

Masya Allah indahnya agama Islam, banyak sekali hikmah dari pensyariatan zakat. Ternyata berzakat sama pentingnya dengan mendirikan sholat. Allah benar-benar telah mengatur kehidupan manusia dengan sedemikian baik dan rapi. Bayangkan jika banyak orang kaya yang sadar akan pentingnya kewajiban berzakat, maka tentu roda perekonomian Indonesia akan meningkat. Semua orang mempunyai kehidupan yang layak, tidak ada yang kelaparan lagi, tidak ada yang takut anaknya tidak bisa bersekolah, tidak ada pula yang kedinginan dan bingung lagi harus tidur dimana.

READ MORE
Edukasi

Mau Bersihkan Harta? Yuk Berinfaq!

Sumber Oleh: Elisa Novaliana

Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk berbuat kebaikan karena Allah. membukakan pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Oleh karena itu, momen ini merupakan salah satu waktu terbaik umat muslim untuk menghapus dosa dan menambah pahala. Ramadhan tidak hanya identik oleh puasa, tapi jauh dari itu kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah lainnya.

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melebihi angin yang berhembus,” (H.R. Bukhari).

Berinfaq adalah mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan agama. Seperti yang dianjurkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al Imran ayat 134 yaitu, Allah memberi kebebasan kepada umatnya yang berpenghasilan tinggi maupun rendah untuk memberikan infaq baik dalam keadaan yang sempit maupun lapang.

Dari ayat tersebut dapat kita simpulkan bahwa setiap muslim, baik yang kaya maupun miskin dianjurkan untuk berinfaq. Sebab, dengan berinfaq dapat membersihkan harta yang kita miliki.

Membersihkan harta sama halnya dengan membersihkan rumah, bayangkan jika rumah kita jarang dibersihkan bahkan sampai berbulan-bulan. Tentunya akan sangat kotor, penuh dengan debu dan membuat penghuninya tidak nyaman. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kita untuk membersihkan harta kita dengan berinfaq.

Mari bersihkan diri dan harta kita dengan berinfaq.

READ MORE
Edukasi

SEDEKAH SEBELUM DIMINTA

Sedekah sebelum Diminta

(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui.

QS. AL BAQARAH : 273

YayasanDarussalamKotaWisata

ZakatDarussalamKotaWisata

READ MORE