Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

“Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” http://marinelarmier.com/sharre/toskana-na-karte-italii-s-gorodami.html (HR. Bukhari dan Muslim)

где кончается очередьк мощам николая чудотворца Diantara pelajaran dari hadits di atas:

  1. http://3msv.com/disqus/52-skolko-stoit-signal-na-kalinu.html Sahabat Sering Bertanya Kepada Rasulullah Tentang Amalan Yang Paling Utama Dan Dianjurkan Dalam Islam

Tetapi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab pertanyaan sahabatnya sesuai dengan keadaan dan kekuatan orang yang bertanya. Dan ini merupakan hikmah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Sebagaimana hadits Abdullah bin Amr bahwa ada laki-laki bertanya kepada Nabi,

أَيُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ ؟ قال : أَنْ تُطْعِمَ الطَّعَامَ وَتَقْرَأَ السَّلاَمَ عَلىَ مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

“Islam apa yang paling baik? Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, “Engkau bersedekah makanan dan mengucapkan salam kepada yang kau kenal dan yang tidak kau kenal”. http://www.sametkirtasiye.com/discusion/hope-i-like-you-perevod.html (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam kesempatan lain Abdullah bin Mas’ud juga bertanya kepada Rasulullah,

أَيُّ العَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ : الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا. قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ : بِرُّ الوَالِدَيْنِ. قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ؟ قال: الجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ. قَالَ : حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللهِ , وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

“Amal perbuatan apa yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya”. Saya bertanya: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua”. Saya bertanya: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah”. Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Rasulullah menyampaikan ketiganya kepada saya, jika saya menambah pertanyaan tentangnya, niscaya beliau menjawabnya”. правила детского травматизма (Muttafaq Alaih)

Di lain waktu, Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu berkata, Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ قُلْتُ فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَعْلَاهَا ثَمَنًا وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا

“Amalan apakah yang paling utama? Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya.” Lalu aku bertanya: “Budak bagaimanakah yang lebih utama (untuk dimerdekakan)? Beliau menjawab, “Yang paling mahal dan paling disenangi pemiliknya.” go site (Muttafaq Alaihi)

‘Aisyah Radhiyallahu Anha pernah ditanya tentang amal perbuatan yang disukai Rasulullah, maka ia menjawab,

الدَائِمُ

“Amal kebaikan yang dilakukan secara kontinyu.” http://medicinachapingo.jellyfishcreativelabs.com/sharre/temperatura-v-betonnom-garazhe-uteplennom.html (HR. Bukhari)

Ketika ayat 92 Surah Ali Imran turun,

لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” follow (Ali ‘Imran: 92)

Abu Thalhah segera datang menemui Rasulullah seraya berkata: “Sungguh harta yang paling aku cintai adalah perkebunan Bairuha’ ini, dan saya sedekahkan untuk Allah. Saya mengharapkan kebaikannya di sisi Allah, maka silahkan wahai Rasulullah engkau letakkan pada tempat yang engkau pandang sesuai.”

Jawab Rasulullah, “Bakhin-bakhin (bagus-bagus)…inilah harta yang membawa keuntungan, inilah harta yang membawa keuntungan, dan saya telah mendengarnya, sebaiknya engkau berikan kepada saudara-saudara kamu”.

Kata “bakhin-bakhin” atau bakhi-bakhi atau bakh-bakh, biasanya diucapkan orang-orang Arab ketika kagum dan memuji suatu perbuatan. фотограф в москве для детского каталога (Lihat An Nawawi, Syarah Shahih Muslim)

Maka berkata Abu Thalhah: “Akan saya laksanakan hal itu wahai Rasulullah.” Kemudian Abu Thalhah membagikan taman tersebut kepada sanak saudaranya. http://aleps.gmimran.com/content/skolko-vremeni-vshodyat-gladiolusi.html (HR. Bukhari, Bab Zakat Terhadap Sanak Saudara. HR. Muslim, Bab Zakat)

Menurut Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, Abu Thalhah Radhiyallahu Anhu adalah orang Anshar yang paling banyak memiliki pohon kurma di Madinah. Harta yang paling ia sukai adalah perkebunan Bairuha yang terletak di depan Masjid Nabawi. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sering masuk ke dalamnya untuk meminum air segar di dalamnya. source url (Al Jashas, Ahkam Alquran)

Pertanyaan dan jawaban-jawaban di atas adalah pelajaran yang diambil oleh para sahabat dari kekasih mereka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di atas mimbar saat beliau sakit, beliau bersabda:

إِنَّ عَبْدًا خَيَّرَهُ اللَّهُ بَيْنَ أَنْ يُؤْتِيَهُ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا مَا شَاءَ وَبَيْنَ مَا عِنْدَهُ فَاخْتَارَ مَا عِنْدَهُ

“Seorang hamba diberi pilihan Allah, diberi kenikmatan dunia sepuasnya atau kenikmatan di sisi-Nya, maka hamba itu memilih kenikmatan yang terdapat di sisi-Nya.”

Abu Sa’id Al Kudry menceritakan, setelah itu Abu Bakar tampak menangis kemudian berkata, “Kami jadikan bapak-bapak dan ibu-ibu kami tebusan untuk mu (wahai Rasulullah)”.

Kami heran dengan apa yang terjadi pada Abu Bakar. Orang-orang mengatakan lihatlah dia, Rasulullah mengabarkan tentang seorang hamba yang Allah beri pilihan antara kenikmatan apa saja yang ia inginkan di dunia dengan apa yang ada di sisi-Nya, ia malah berkata “kami jadikan bapak-bapak dan ibu-ibu kami tebusan untuk mu (wahai Rasulullah)”. Ternyata yang dimaksud seorang hamba yang diberi pilihan itu adalah beliau sendiri. Dan Abu Bakar adalah orang yang paling paham di antara kami.

Setelah itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَمَنِّ النَّاسِ عَلَيَّ فِي صُحْبَتِهِ وَمَالِهِ أَبُو بَكْرٍ وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا وَلَكِنْ أُخُوَّةُ الْإِسْلَامِ لَا تُبْقَيَنَّ فِي الْمَسْجِدِ خَوْخَةٌ إِلَّا خَوْخَةُ أَبِي بَكْرٍ

“Sesungguhnya orang yang paling setia kepadaku baik dalam hartanya maupun dalam persahabatannya adalah Abu Bakar. Kalau saja aku boleh mengangkat seorang khalil (kekasih), niscaya aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasih. Akan tetapi dia adalah saudaraku di dalam Islam. Sungguh tidak akan diciptakan pada masjid ini sebuah pintu kecil pun kecuali hal itu memang milik Abu Bakar.” смартфон типа айфона (HR. Muslim dan lainnya)

2. Sedekah Ketika Sehat

أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ

Ketika seseorang sehat, maka ia cenderung untuk pelit. Sehingga dalam keadaan sehat dan pelit, sulit sekali untuk sedekah.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa orang dalam keadaan sehat itu cenderung pelit. Jika ia berbaik hati bersedekah dalam keadaan sehat seperti itu, maka terbuktilah akan benarnya niatnya dan besarnya pahala yang diperoleh. Hal ini berbeda dengan orang yang bersedekah saat menjelang akhir hayat atau sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup, maka sedekah ketika itu masih terasa kurang berbeda halnya ketika sehat. (Syarh Shahih Muslim)

 

Jangan Menunda-Nunda Sedekah

Hadits di atas juga menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seorang pencatat menginventarisasi siapa-siapa saja pihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan alias diwasiatkan.

Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhal. Sebab pada hakikatnya, seorang yang bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.

Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada seseorang yang bersedekah ketika tidak ada pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.

Itulah sebabnya Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam lebih menghargai orang yang masih muda lagi sehat bersedekah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.

Dan tahukah kita bahwa seorang Mayyit berharap “Bersedekah” jika bisa kembali hidup ke dunia. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?” (Al Munafiqun: 10)

Kenapa dia tidak mengatakan, “maka aku dapat melaksanakan umrah” atau “maka aku dapat melakukan shalat fardhu atau puasa” dan lain-lain? Para ulama mengatakan, “Tidaklah seorang mayyit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal.”

Sebagai penutup, hadits berikut layak dijadikan renungan bersama. Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata,  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ . فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ  يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ .

“Jika Allah menginginkan kebaikan untuk seorang hamba maka Dia akan mempekerjakan/menggunakannya”. Beliau ditanya: “Bagaimana Allah akan mempekerjakannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Allah akan memberinya petunjuk untuk beramal shalih sebelum meninggal”. (HR. Tirmidzi)

Sudahkah kita dipekerjakan oleh Allah Ta’ala..??

Sumber : http://darussalam-online.com/sedekah-yang-paling-besar-pahalanya

Share Button

Leave a Reply